Safety Guidances (Bahasa Indonesia)

General Information

Bahasa Indonesia

Apakah Anda siap menghadapi bencana?

  1. Bicarakan kepada keluarga anda tentang apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana persiapan untuk menghadapi bencana.

    Karena bencana dapat terjadi kapan saja tanpa adanya peringatan, anda sebaiknya membiasakan untuk berbincang dengan keluarga ataupun teman mengenai bagaimana yang seharusnya dilakukan ketika terjadi bencana sehingga semua orang dapat tetap tenang ketika menghadapi bencana.

    1

    Perbincangan tersebut sebaiknya meliputi:

    • Kontak informasi dan tempat berkumpul.
    • Rencana untuk memberitahu orang lain bahwa anda selamat.
    • Bagaimana anda dapat dihubungi saat telepon genggam anda tidak berfungsi (Skype, Facebook, Twitter, dll.).
  2. Membuat kotak siaga bencana.
    • Senter, radio portable, air mineral, barang-barang berharga, obat-obatan, uang, kartu ATM, KTP, pakaian, handuk, sarung tangan, helm, dsb.

      2
  3. Mencari tahu tempat pusat evakuasi terdekat.
  4. Ikuti pelatihan simulasi kebencanaan.
    3
  5. Bantu orang-orang yang membutuhkan di dalam masyarakat, jika anda mampu

Eruption

Bahasa Indonesia

Apa itu Letusan Gunung Api?
Letusan Gunung Api disebabkan oleh naiknya

Magma yang disebabkan oleh gas bertekanan tinggi atau pergerakan lempeng bumi, dari dalam bumi hingga keluar kepermukaan bumi. Letusan gunung api membawa abu dan batu yang menyembur denga keras, dan membawa banjir lahar yang dapat mencapai jarak ribuan kilometer.

4

Apa yang disebabkan oleh letusan gunung api?

  • Awan panas, bersuhu 300°C sampai 700°C, berkepatan lebih dari 70 km/jam.
  • Material vulaknik, berupa batu panasa bersuhu lebih dari 200°C.
  • Hujan abu, yang mengandung asam danberbahaya bagi sistem pernapasan, pengelihatan, merusak air tanah dan tanaman.
  • Lahar, berwujud cairan kental bersuhu antara 700°C sampai 1200°C.
  • Gas beracun yang dapat keluar melalui rongga atau kawah bersama letusan.
  • Tsunami, bila gunung berapi berada di bawah laut.

Pusat Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menjadi status gunung api aktif menjadi:
Awas : letusan dapat terjadi dalam 24 jam
Siaga : letusan dapat terjadi dalam dua minggu
Waspada: aktivitas tektonik dan vulaknik meningkat
Normal: tidak ada aktivitas vulkanik

Apa yang harus dilakukan?
Sebelum letusan

  • Kenali kawasan rawan bencana letusan gunung api.
  • Tentukan tempat evakuasi untuk berkumpul dengan warga.
  • Tentukan jalur evakuasi.
  • Siapkan tas siaga bencana yang dapat menopang hidup untuk tiga hari.
  • Ikuti latihan penyelamatan, dapatkan informasi tentang sistem penyelamatan di setiap wilayah dan bagan alur keadaan darurat.
  • Perhatikan tanda-tanda adanya bencana letusan gunung api: lahar dan banjir bandang, tanah longsor dan hujan batu, gempabumi, hujan abu dan hujan asam, dan tsunami.

Saat letusan

  • Segera mengungsi apabila sudah ada perintah untuk mengungsi dari instansi yang berwenang, patuhi instruksi dari pihak berwenang.
  • Hindari melawati jalur yang searah dengan arah angina dan sungai yang berhulu di puncak gunung yang meletus.
  • Hindari daerah yang berbahaya yang ditunjukan dalam peta anacaman bahaya.
  • Apabila permukaan air sungai naik, jauhi sungai dan carilah tempat yang lebih tinggi, lahar dapat melewati sungai itu.
  • Jika terjebak di dalam rumah: tutup semua jendela, pintu, dan lubang keran; letakan semua mesin kedalam garasi atau ruang tertutup; dan bawa peliharaan dan hewan ternak kedalam tempat yang tertutup.
  • Jike berada diruang yang terbuka, cari ruang perlindungan darurat.
  • Menunduk dan lindungi kepala, jika terjadi hujan batu.
  • Hati-hati akan adanya lahar dari sungai.
  • Jangan kenakan lensa kontak dan lindungi wajah ketika terjadi hujan abu.

Setelah letusan

  • Coba untuk jauhi daerah yang terkena hujan abu.
  • Jangan kembali ke rumah sampai ada informasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
  • Ketika berada di luar: lindungi mulut dan hidung, abu dapat menyebabkan iritasi pada sistem pernapasan; gunakan kacamata untuk melindungi mata, lindungi kulit dari iritasi yang disebabkan oleh abu vulkanik; dan bersihkan atap dari abu vulkani dan berhati-hatilah saat memebersihkannya.
  • Hindari pergi kedaerah yang terkena abu vulkanik dengan kendaraan, karena abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan pada mesin.
  • Jika memiliki gangguan pernapasan, jangan mencoba untuk mendekati abu vulkanik.
  • Coba untuk saling membantu, terutama kepada yang membutuhkan.

Bilamana harus mengungsi, perlu mewaspadai

  • Penyakit menular.
  • Keracunan makanan.
  • Kurang gizi.
  • Gangguan stress pasca trauma.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

  • Selalu buang air besar di jamban.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Selalu minum air yang telah dimasak.

Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat letusan gunung

  • Korban awan panas atau lahar dan korban jiwa.
  • Penyakit saluran pernapasan atau sakit mata akibat iritasi yang disebabkan oleh abu vulkanik.
  • Keracunan Gas.
  • Mengungsi.

Referensi

 

Earthquake

Bahasa Indonesia

Apa itu Gempa Bumi?

Gempa Bumi (Lindu = Jawa, Lini = Sunda, Goyang Tanah = Sulawesi) adalah guncangan atau getaran yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi secara tiba-tiba dalam sekala besar (lempeng tektonik).

Macam-macam Gempa Bumi

  • Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh adanya aktifitas gunung berapi.
  • Gempa Tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh adanya pergeseran lempeng bumi.

Apa yang disebabkan oleh gempa bumi?
Gempa Bumi menyebabkan kerusakan pada bangunan, rumah, jembatan, jalan, dan banyak lainnya. Gempa Bumi dapat diikuti dengan Tsunami, Tanah Longsor, dan kebakaran atau gempa-gempa susulan.

Intensitas Gempa Bumi

M7: Banyak bangunan runtuh dan banyak retakan

M6: Tidak bisa lagi berdiri dan berjalan. Bangunan lemah runtuh.

M5: Susah untuk berjalan, banyak barang yang berjatuhan, beberapa jendela pecah, piring dan buku berjatuhan.

5

M4: Lukisan-lukisan yang digantung bergoyang.

Apa yang harus dilakukan?
Sebelum gempa bumi

  • Bangun rumah tahan bencana.
  • Letakan barang-barang berat di dekat lantai.
  • Gantung lukisan dan cermin yang besar jauh dari Kasur, sofa, dan kursi-kursi yang digunakan untuk duduk.
  • Tentukan tempat evakuasi untuk berkumpul dengan warga.
  • Tentukan jalur evakuasi menuju tempat pengungsian. Ikuti latihan penyelamatan.
  • Siapkan tas siaga bencana yang berisi barang-barang untuk keperluan-keperluan darurat seperti makanan, pakaian, obata-obatan, dan peralatan lain-lainnya.

Saat gempa bumi

  • Jangan panic dan bersikap siaga untuk pengamanan diri: menunduk untuk melindungi dada, silangkan tangan di atas kepala dan tengkuk, dan selalu siap untuk berdiri segera.
  • Bila guncangan mereda, segera keluar dari ruangan.
  • Ketika berada di dalam rumah: cari tempat perlindungan seperti di bawah kursi atau meja yang kuat. Jauhi pintu yang tertutup, jendela, kaca, cermin yang besar, rak-rak, lemari, dan benda-benda tergantung lainnya yang mungkin akan jatuh. Hati-hati atas pecahan kaca ketika akan bergegas keluar ruangan.

6

  • Ketika berada di dalam gedung bertingkat: jangan gunakan lift, tetapi gunakan tangga darurat. Tetap berada di lantai tersebut, tunggu hingga guncangan usai, jangan terburu-buru untuk segera turun.
  • Ketika di malam hari: jangan terburu-buru untuk pergi keluar rumah, berlindunglah di bawah meja atau kursi yang kuat, tunggu hingga guncangan reda.
  • Ketika berada dala keramaian: jangan panik dan mintalah orang lain untuk tidak panic. Jika guncangan usai, segera pindah ke tempat yang terbuka dan jauhi bangunan dan pohon. Tetap waspada akan kemungkinan gempa susulan.
  • Ketika berada di luar: carilah tempat terbuka.
  • Ketika sedang berkendara: hentikan kendaraan, keluar dari kendaraan, dan merunduklah di samping kendaraan. Jangan berhenti di dekat bangunan, pepohonan, tiang listrik, jembatan, jalan laayang, atau terowongan.
  • Ketika berada di daerah pegunungan: ketika berada di dekat tebing, waspadai tanah longsor.
  • Ketika berada di pantai: segera pergi ketempat yang lebih tinggi.
  • Selalu perhatikan informasi perkembangan bencana.

Setelah gempa bumi
Setelah kemanan anda dan keluarga anda terjamin:

  • Tetaplah tenang.
  • Bantu orang lain yang membutuhkan.
  • Utamakan orang tua, anak-anak, ibu-ibu hamil, dan orang-orang cacat.
  • Jika anda terjebak di dalam ruangan, upayakan untuk menarik perhatian orang lain.
  • Waspadai adanya api dan kemungkinan terjadinya kebakaran.
  • Tutup saluran gas dan matikan pompa air.
  • Matikan aliran listrik.
  • Hati-hati akan adanya barang yang dapat jatuh saat membuka lemari.
  • Kenakan pakaian lengan panjang, celana panjang dan sarung tangun saat sedang membersihkan.
  • Waspada terhadap gempa susulan dan kemungkinan runtuhnya bangunan.
  • Jangan memasuki rumah sebelum ada izin dari pihak yang berwenang.

Bilamana harus mengungsi, perlu mewaspadai

  • Penyakit menular.
  • Keracunan makanan.
  • Kurang gizi.
  • Gangguan stress pasca trauma.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

  • Selalu buang air besar di jamban.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Selalu minum air yang telah dimasak.

Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat letusan gunung

  • Korban luka atau korban jiwa.
  • Luka karena patah tulang dan memar.
  • Trauma paska bencana.
  • Mengungsi.

Referensi

Tsunami

Bahasa Indonesia

Apa itu tsunami?

Istilah Tsunami berasal dari Bahasa Jepang, “Tsu” yang berarti pelabuhan dan “Nami” yang berarti gelombang. Tsunami sebagai gelombang besar, dipicu oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, longsor dibawah laut, atau runtuhnya gunug es. Tsunami dikenal karena dampaknya yang sangat menghancurkan.

7
Tanda-tanda terjadinya tsunami

  • Getaran yang disebabkan oleh gempa bumi.
  • Surutnya air laut dari pantai.
  • Timbulnya suara aneh dan gemuruh dari laut.
  • Bertiup angina yang dingin dan tercium aroma garam yang pekat dari arah laut.
  • Munculnya gelombang hitam yang tebal dari tengah laut dari arah pantai.
  • Segera diikuti oleh gempa bumi.

Sumber penyebab tsunami

  • Tidak semua gempa bumi menyebabkan tsunami.
  • Gempa bumi yang dapat menyebabkan tsunami jika:
    • Patahan lempeng bumi berada di bawah laut laut secara vertical dan terangkat.
    • Gempa bumi dengan kekuatan diatas 6 SR.
    • Kedalaman pusat gempa bumi kurang dari 40 km.
  • Letusan gunung api bawah laut dapat mengganggu keseimbangan gelombang laut.
  • Jatuhan material gunung api bawah laut mampu menyebabkan gelombang besar.
  • Luncuran lapisan tanah di sekitar pantai atau di bawah laut dalam jumlah besar mampu mengganggu kseimbangan permukan air laut.
  • Penambahan volume sedimen ke dalam badan air, menimbulkan peregaran vertical mampu menimbulkan tsunami local.

Bagaimana tsunami terbentuk

  • Gempa bumi menimbulkan adanya lubang dan retakan di permakan dasar laut.
  • Air laut memasuki retakan tersebut, menyebabkan air surut dari pantai.
  • Lubang yang terisi air laut akan menyemburkan air tersebut keberbagai penjuru, termasuk kea rah pantai, dan itulah yang disebut dengan tsunami.

Apa yang harus dilakukan?
Sebelum tsunami

  • Jika anda tinggal di wilayah pesisir, harus selalu waspada terhadap tsunami.
  • Tentukan wilayah evakuasi untu berkumpul dengan keluarga.
  • Tentukan jalur evakuasi.
  • Siapkan tas siaga bencana dengan persediaan untuk tiga hari.
  • Ikuti pelatihan evakuasi bencana.
  • Selalu siaga terhadap adanya sirine darurat setelah terjadinya gempa bumi.

Saat tsunami

  • Perhatikan arahan dari pihak berwenang setempat.
  • Jika berada di dalam rumah, tetap tenang dan ajak anggota keluarga untuk pergi ke tempat yang lebih tinggi.
  • Jika berada di pantai, pergi ketempat yang lebih tinggi, jauhi sungai dan segera mengungsi. Jangan menunggu arahan.

8

  • Di wilayah rawan tsunami, biasanya sudah ada tempat pengungsian.
  • Ikuti jalur evakuasi.
  • Jauhi jembatan.
  • Lebih dianjurkan untuk melakukan evakuasi dengan berjalan kaki.

9

  • Jika evakuasi dengan kendaraan dan terjadi kemacetan segera kunci dan matikan kendaraan dan melanjutkan evakuasi dengan berjalan kaki.
  • Ketika sudah mencapai tempat yang lebih tinggi, tetap berada di sana, gelombang susulan kemungkinan lebih besar dari yang pertama.
  • Jangan kembali kerumah sampai ada arahan lebih lanjut dari pihak berwenang setempat.

Setelah tsunami

  • Kembali ke rumah setelah mendapat arahan dari pihak berwenang setempat.
  • Bersihkan rumah dan sekitarnya.
  • Bersihkan sarang nyamuk dan serangga lainnya.
  • Lakukan kaporisasi air sebelum menggunakannya.

Bilamana harus mengungsi, perlu mewaspadai

  • Penyakit menular.
  • Keracunan makanan.
  • Kurang gizi.
  • Gangguan stress pasca trauma.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat

  • Selalu buang air besar di jamban.
  • Mencuci tangan sebelum makan.
  • Selalu minum air yang telah dimasak.

Masalah kesehatan yang dapat timbul akibat letusan gunung

  • Korban luka atau korban jiwa yang tersapu oleh tsunami.
  • Korban luka atau korbang jiwa karena reruntuhan yang hanyut.
  • Luka karena patah tulang dan memar.
  • Trauma paska bencana.


Hal yang perlu diingat

  • Hindari untuk tinggal di wilayah pesisir.
  • Perhatikan tingkah laku hewan peliharaan dan hewan ternak. Mereka biasanya bisa bersikap cemas sebelum tsunami dating.

Referensi

Pengunjung dan Turis

Bahasa Indonesia

Komuter yang terlantar adalah orang-orang yang tidak dapat kembali ke rumah setelah bencana karena adanya kemacetan atau gangguan transportasi umum.

Apa yang harus dilakukan jika anda menjadi komuter yang terlantar?

  • Jangan banyak bepergian, pastikan dulu lokasi dimana anda berada, dan yakinkan keselamatan anda.
  • Jika sedang melakukan perjalanan bisnis, bawalah air.
  • Jika tidak ada transportasi publik, cari tempat pengungsian atau akomodasi publik.

Banjir

Bahasa Indonesia

Apakah banjir itu?

Banjir merupakan peristiwa di mana air menggenangi suatu wilayah yang biasanya tidak digenangi air dalam selang waktu tertentu, yang disebabkan hujan yang terus menerus, mengakibatkan meluapnya air sungai/danau/laut/drainase saat aliran air melebihi volume air yangd apat ditampung dalam sungai, danau, rawa, maupun saluran air lainnya.

Penyebab banjir:

Penyebab banjir karena alam:

  • Curah hujan yangt inggi yang jumlah airnya tak dapat ditampung oleh sungai, danau, rawa dan saluran air lainnya.
  • Tinggi permukaan daratan lebih pendek daripada tinggi permukaan air laut.
  • Pasang air laut.
  • Gelombang badai dari badai tropis.

Penyebab banjir secara tidak alngsung karena tindakan/kegiatan manusia, seperti :

  • Tempat unian yang berada di bantaran sungai/kali.
  • Perkembangan pembangunan wilayah yang tidak sesuai dengan rencana umum tata ruang.
  • Penggundulan hutan.
  • Pembuangan sampah di sungai dan saluran air hujan (drainase)

Jenis-jenis Banjir:

  • Banjir sungai yang biasanya terjadi secara musiman.
  • Banjir pantai/rob, yang terjadi akibat pasang air laut dan menggenangi wilayah pantai.
  • Banjir bandang, banjir yang datang secara mendadak dan terjadi akibat meningkatnya muka air sungai secara cepat akibat hujan yang sangat lebat, dapat menghanyutkan semua benda yang dilaluinya. Biasanya terjadi di daerah/bawah lereng bukit.

Apa yang harus dilakukan?

Sebelum banjir terjadi:

  • Kerja bakti membersihkan saluran air.
  • Pembangunan sistem pembangunan dan peringatan dini pada bagian sungai yang sering menimbulkan banjir.
  • Memasang pompa air di tempat yang lebih rendah daripada permukaan air laut.
  • Melakukan program penghijauan daerah hulu sungai.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Menyimpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang tidak terjangkau oleh air banjir.
  • Menyediakan air meinum di bak penyimpanan air yang bersih.

Saat terjadi banjir:

  • Matikan aliran listrik.
  • Melakukan evakuasi ke tempat yang telah ditunjuk, bersama keluarga secara tertib dan tidak panic sesegera mungkin apabila air mulai membahayakan dan masuk ke pemukiman.
  • Menggunakan air bersih dengan sebaik-baiknya.

Bilamana harus mengungsi, perlu mewaspadai:

  • Penyakit menular di tempat pengungsian, seperti ISPA, Diare, Campak.
  • Keracunan Makanan.
  • Gizi kurang.
  • Gangguan stress pasca trauma.

Setelah banjir:

  • Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah.
  • Melakukan pembersihan sarang nyamuk dan serangga lainnya.
  • Berpartisipasi dalam kaporisasi sumber-sumber air bersih, perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah.
  • Temukan dan sediakan air bersih untuk menghindari diare yang sering menginfeksi setelah banjir.

Permasalahan kesehatan yang dapat ditimbulkan:

  • Korban meninggal, biasanya diakibatkan karena tenggelam atau tersenagat aliran listrik.
  • Infeksi saluran pernafasan akut.
  • Diare.
  • Penyakit kulit.
  • Leptospirosis (penyakit yang diakibatkan oleh kuman yang terdapat dalam air seni tikus).
  • Campak.
  • Gigitan binatang (ular, tikus, dll).
  • Kecelakaan (tersengat aliran listrik, tenggelam, terbawa arus).
  • Pengungsian.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat:

  • Selalu buang air besar di jamban.
  • Mencuci tangan setelah buang air maupun sebelum makan.
  • Selalu minum air yang telah dimasak.

Upaya mencegah risiko kesehatan akibat banjir:

  • Tidak menggunakan air yang tercemar untuk kebutuhan minum, mandi, dan mencuci.
  • Mencuci tangan dengan sabun setelah buang air besar maupun sebelum makan dan memasak.
  • Merebus air sampai mendidih sebelum digunakan untuk minum.
  • Apabila harus berada di genangan air dalam beberapa waktu, perlu memakai sepatu boot untuk mencegah kaki luka dan menghindari leptospirosis.
  • Desinfeksi lingkungan.

Referensi

Flu Burung

Bahasa Indonesia

Flu Burung:

Flu Burung

Flu Burung (AI) adalah penyakit virus menular yang ditularkan oleh burung (seperti bebek atau angsa), sering tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan gejala dari penyakit ini. Virus AI kadang-kadang dapat menyebar ke unggas domestik dan menyebabkan wabah penyakit serius skala besar penyakit. Beberapa virus AI ini juga telah dilaporkan telah menular ke dan menyebabkan penyakit atau infeksi subklinis pada manusia dan mamalia lainnya.

10

What to do?

  • Jangan sentuh unggas yang sakit atau mati. Jika terlanjur, cepat‐cepat cuci tangan pakai sabun dan laporkan ke kepala desa.
  • Cuci tangan dan juga peralatan masak anda dengan menggunakan sabun, sebelum makan atau memasak.
  • Masak ayam dan telur ayam sampai matang.
  • Pisahkan unggas dari manusia dan pisahkan unggas baru dari unggas lama selama dua minggu.
  • Periksakan ke puskesmas jika mengalami gejala flu dan demam setelah berdekatan dengan unggas.

11

  • Bagi yang beresiko tinggi (pemotong/penjual/pembeli unggas, pemelihara unggas, petugas laboratorium/tenaga medis yang menangani pasien flu burung, pekerja peternakan, dsb), agar selalu memakai pakaian pelindung, termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan kaca mata (goggles) pada saat bekerja.
  • Setelah selesai, lepaskan semua pelindung kemudian cuci tangan dengan sabun/desinfektan dan air.
  • Cucilah tangan dengan air dan sabun tiap kali sesudah bersentuhan dengan unggas.

12

Flu Babi:

Virus Influenza A H1N1 atau yang dikenal dengan Flu Babi ditularkan melalui kontak langsung dari manusia ke manusia lewat batuk, bersin atau benda‐benda yang pernah bersentuhan dengan penderita. Saat ini sebagian besar kasus adalah ringan dan dapat sembuh dengan baik.

Masyarakat  haruslah  senantiasa  mencuci  tangan  dengan  air  mengalir  dan  sabun,  dan  mengeringkan dengan tisu atau lap bersih. Melaksanakan etika batuk dan bersin yang benar. Apabila sakit dengan gejala Influenza supaya mengenakan masker dan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang lain dan segera menghubungi petugas kesehatan. Menghindari bepergian apabila sakit dan berhati-hati bila berkunjung ke luar negeri.

Referensi

Tornado

Bahasa Indonesia

Apakah angina ribut itu?

Angin rebut merupakan jenis angin yang bersifat lokal, dapat berkecepatan hingga 120 km/jam, terjadi sekitar 1-5 menit dan sanggup mengangkat atap rumah atau benda apa saja yang dilewati dan memporakporandakan permukiman. Di beberapa daerah di Indonesia, angina rebut sering disebut Puting Beliung, Angin Puyuh, atau Angin Lesus.

13

Tanda-tanda terjadinya angin ribut

Beberapa tanda yang sering terjadi sebelum angina rebut benar-benar terjadi:

  • Tampak kumpalan awan gelap, besar dan tinggi (biasanya berputar-putar).
  • Petir dan guruh kelihatan dari kejauhan dan biasanya disertai dengan hujan lebat, kadang-kadang dengan hujan butiran es.
  • Terdengar suara gemuruh yang sangat keras.

Apa yang harus dilakukan?

Tindakan yang dapat dilakukan:

Tetap berada di dalam rumah, kecuali bila dianjurkan untuk mengungsi.

Bila berada di dalam ruangan:

  • Tinggal di suatu ruangan yang paling aman did alam rumah/ruangan.
  • Tutup dan kunci semua pintu dan jendela dan segera menjauh dari jendela. Matikan aliran listrik dan saluran gas.
  • Jauhi barang-barang yang dapat menghantarkan arus listrik.

Bila di luar ruangan:

14

  • Segera masuk ruangan/rumah.
  • Apabila terjadi kilatan petir, segera ambil posisi jongkok, duduk atau peluk lutut Tarik ke dada.
  • Hindari tempat terbuka seperti lapangan, persawahan, dll.
  • Jauhi sesuatu yang tinggi, seperti pohon, tiang listrik, tiang telepon, billboard iklan dll.
  • Jauhi saluran air, sungai, rawa atau danau.

15

Bila di dalam kendaraan:

  • Berhenti di samping jalan, cari tempat yang aman, jauhi pohon, tiang listrik, tiang telepon dan hal lain yang mudah roboh.
  • Tetap berada di dalam kendaraan dengan menyalakan lampu hazard.
  • Jangan berhenti atau berjalan pada ruas jalan yang sekiranya akan banjir.

Apa yang harus dilakukan setelah angin ribut:

  • Pastikan bahwa tidak ada anggota keluarga yang terluka.
  • Jika ada korban, berikan pertolongan pertama.
  • Laporlah kepada pihak yang berwenang jika da kerusakan pada saluran listrik, gas, dan saluran lainnya.

Permasalahan kesehatan yang dapat ditimbulkan:

  • Korban meninggal, umumnya diakibatkan karena tertimpa material yang roboh, ataupun tersambar petir.
  • Korban luka.

Referensi

Bencana yang terkait dengan tanah

Bahasa Indonesia

Bagi orang-orang yang tinggal di dekat gunung dan di bukit

  • Cari tau tempat evakuasi di sekitar tempat tinggal.
  • Cari tau apakah ada resiko longsor.
  • Longsor disebabkan oleh hujan deras. Berhati-hatilah dengan hujan yang berkapasitas 100mm atau lebih dari 200mm/jam.
  • Sangat penting untuk mengetahui tanda-tanda akan terjadinya longsor.

16

Ada tiga tipe bencana yang berhubungan dengan tanah: Longsoran tebing, longsoran tempat yang curam, dan longsoran batu-batu besar.

  • Longsoran tebing, longsoran dari patahnya sebuah tebing yang mengandung tanah, batu-batu, dan pasir yang bercampur dengan air. Biasanya disebabkan oleh hujan deras dan musim hujan. Kita harus berhati-hati dengan fenomena sebelum longsor yaitu berkurangnay air sungai yang berasal dari gunung meskipun saat itu terjadi hujan. Namun kemudian, sungai membawa lumpur dan pohon tumbang secara cepat.

17

  • Longsoran tempat yang curam, dimulai dengan bergerak pelan. Masa tanah tidak stabil yang dipengaruhi oleh air dalam tanah akibat dari hujan deras.

18

  • longsoran batu-batu besar, air masuk ke dalam tanah yang miring membuat resistensi tanah melemah. Hal ini disebabkan oleh gempa bumi dan hujan deras.

Apakah longsor itu?

Longsor adalah runtuhnya batuan, material tanah atau campuran dari keduanya menuju bagian bawah suatu lereng.

Longsor dapat mengancam jika:

  • Permukiman yang dibangun di lereng yang terjal dan tanah yang lunak atau dekat dengan tebing sungai.
  • Permukiman yang dibangun dekat muara sungai yang berasal dari pegunungan di atasnya.
  • Alih fungsi lahan pemukiman.
  • Curah hujan yang tinggi.

Tanda-tanda akan terjadi longsor:

  • Adanya retakan yang panjang pada tanah di lereng.
  • Terdengar suara gemuruh dan terasa getaran tanah.

Apa yang harus dilakukan?

Sebelum longsor terjadi:

  • Melakukan penghijauan dengan tanaman keras (pohon berkayu, bamboo, dll).
  • Menerapkan system terasering (penanaman padi secara bertingkat) pada daerah perbukitan.
  • Tidak menebang pohon secara liar.

Saat longsor terjadi:

  • Pada saat terjadi longsor, walaupun panic harus tetap berusaha menyelamatkan diri dengan mencari tempat yang aman yang tidak merupakan jalur longsor.

Bila terjebak dalam ruangan bangunan:

  • Tetap berdiam di dalam.
  • Berlindunglah di bawah meja atau di tempat lainnya yang cukup kuat untuk menahan beban sehingga kepala dapt terlindungi.

Bila berada di dalam ruangan:

  • Hindari jalur yang berpotensi longsor.
  • Lari ke tempat yang tinggi yang berlawanan arah dengan longsoran.

Setelah longsor terjadi:

  • Kembali ke rumah setelah keadaan dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
  • Bila anda terjebak dalam reruntuhan dan masih dalam keadaan sadar, upayakan menarik perhatian regu penolong dengan membuat suara/bunyi-bunyian/tanda-tanda lainnya.

Bilamana harus mengungsi, perlu mewaspadai:

  • Penyakit menular di tempat pengungsian, seperti ISPA, Diare, Campak.
  • Keracunan Makanan.
  • Gizi kurang.
  • Gangguan stress pasca trauma.

Melakukan perilaku hidup bersih dan sehat:

  • Selalu buang air besar di jamban.
  • Mencuci tangan setelah buang air maupun sebelum makan.
  • Selalu minum air yang telah dimasak.

Permasalahan kesehatan yang dapat ditimbulkan:

  • Korban meninggal, biasanya diakibatkan karena tertimpa longsoran.
  • Korban luka-luka, biasanya berupa patah tulang.
  • Pengungsian.

Referensi

Halilintar

Bahasa Indonesia

Apa yang harus dilakukan jika mendengar halilintar?

  • Pertama, anda harus berada di posisi merendah, dan masuk ke dalam bangunan, rumah atau mobil.
  • Menjauhlah dari cerobong asap dan pohon tinggi karena berbahaya.
  • Jika anda di dalam bangunan, mobil, bis, kereta….
  • Resiko tersengat listrik rendah jika di bangunan berkayu. Namun tetap lebih baik menjauh sekitar 100m lebih dari dinding dan alat-alat elektronik.

19

Keracunan Makanan

Bahasa Indonesia

Apa yang menyebabkan keracunan makanan?

  • Keracunan makanan bisa disebabkan oleh ‘virus’ atau ‘bakteri’, dua hal yang akan luput dari pandangan mata.
  • Bakteri dapat menyebabkan makanan beracun karena pengaruh suhu dan kelembaban pada tingkatan tertentu.
  • Sedangkan virus, berkembangketika masuk kedalam tubuh melalui makanan dan berkembang di dalam usus, menyebabkan keracunan pada tubuh.
  • Keracuanan makanan tidak hanya terjadi karena mengkonsumsi makanan dan minuman di luar rumah, tetapi bisa terjadi dari rumah itu sendiri. Gejala dari keracunan makanan sangatlah kecil dan mudah untuk salah didiagnosa.
  • Dapur yang bersih belum tentu terhindar dari keberadaan bakteri dan virus. Seperti rak sayur, lap piring, sponge, bak cuci piring, telenan, dsb bisa menjadi tempat untuk berkembangnya virus dan bakteri.
  • Ingat bahwa virus dan bakteri mungkin ada di makanan yang anda beli saat ini.
  • Anda dapat memindahkan bakteri dan virus dari tangan ke makanan anda. Sering-seringlah mencuci tangan anda.

20

Keracunan makanan disebabkan oleh virus atau bakteri yang menempel pada makanan yang masuk ke dalam tubuh. Untuk menghindari keracunan makanan, sangat penting untuk mengurangi jumlah bakteri. Ikuti aturan sederhana di bawah ini.

Seringlah mencuci tangan, khususnya

  • Sebelum memasak.
  • Sebelum dan sesudah memegang daging mentah, ikan, atau telur.
  • Ketika memasak.
  • Sesudah memakai kamar kecil.
  • Sesudah menyentuh wajah.
  • Sesudah mengganti popok.
  • Sesudah menyentuh hewan.
  • Sebelum duduk di meja.
  • Sebelum memegang makanan sisa.

Simpan makanan dalam temperature rendah.

Suhu tempat dimana makanan itu disimpan sangatlah penting.

  • Kebanyakan bakteri tumbuh secara cepat dalam suhu yang panas dan lembab.
  • Pertumbuhan dapat ditekan pada suhu 10 °C, dan dapat dicegah pada suhu −15 °C.
  • Simpan makanan di dalam kulkas sesegera mungkin.
  • Ingat bahwa kulkas hanya mampu memperlambat pertumbuhan bakteri, dan makanana harus dimakan sesegera mungkin.
  • Masak (atau panaskan) makanan anda.
  • Memasak (Memanaskan) makanan dapat membunuh bakteri dan virus.
  • Daging dan ikan harus dimasak matang.
  • Sayuran juga dapat dimasak.
  • Daging harus dipanaskan setidaknya hingga suhu 75 °C.

Merawat kebersihan tempat kerja.

Bakteri dan Virus kebanyakan ditemukan di permukaan (seperti tangan, alat masak, telenan, pisau, lap piring, dsb.)

  • Seringlah mencuci perkakas, alat masak, dan tempat masak (seperti telenan, pisau, meja, mangkuk, dsb.) anda, khususnya sesudah bersentuhan dengan daging mentah atau ikan.
  • Cegah persebaran bakteri dan virus dengan cara mencuci tangan dengan benar.
  • Tidak cukup hanya membilas tangan dengan air.
  • Anda diharuskan mencuci bagian kuku dan sela-sela jari dengan sabun.
  • Cara mencuci tangan dengan benar.

21

Enam langkah untuk mencegah keracunan makanan.

Untuk mencegah keracunan makanan di rumah anda, ikuti langkah-langkah sederhana berikut ini: “berbelanja”, “simpan di rumah”, “persiapan makan”, “memasak”, “makanan”, dan “makanan sisa”.

Berbelanja

  • Lihat tanggal kadaluarsa.
  • Masukan makanan segar dan beku (contoh, daging dan ikan) ke dalam kekeranjang terakhir.
  • Gunakan kantong plastic untuk memisahkan makanan guna mencegah adanya kontaminasi silang.

Penyimpanan

  • Letakan makanan dingin atau beku di dalam kulkas sesegera mungkin.
  • Masukan ikan, daging, dan kuah daging dalam kotaknya sendiri-sendiri. Jangan letakan ke dalam tempat yang sama dengan makanan yang lain.
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memegang daging, ikan dan telur.
  • Atur suhu dalam kulkas di bawah 10 °C dan −15 °C di dalam freezer.
  • Jangan mengisi kulkas dan freezer terlalu penuh, karena dapat menghambat aliran udara.

Menyiapkan makanan

  • Cuci tangan dengan sabun sebelum memegang makananan.
  • Cuci buah dan sayur dengan air mengalir.
  • Hindari sari buah dari daging mentah dan ikan agar tidak mengkontaminasi makanan lainnya, khususnya barang-barang yang tidak akan dimasak (seperti salad dan buah).
  • Selalu cuci tangan sesudah bersentuhan dengan daging mentah, ikan, atau telur.
  • Cuci telenan dan pisau dengan air panas setelah memotong daging mentah dan ikan.
  • Gunakan telenan dan pisau yang berbeda untuk daun dan ikan (seperti satu untuk sayur dan daging).
  • Cuci potongan sayur menyeluruh.
  • Cairkan makanan beku di dalam kulkas atau microwave. Jangan cairkan daging di luar.
  • Cairkan makanan ketika berencana untuk memakannya. Hindari bekukan dan cairkan makanan berulang-ulang.
  • Cuci lap piring dengan air panas (atau mendidih) untuk membersihkannya.
  • Bersihkan peralatan masak dengan mencucinya dan membilas dengan air mendidih.
  • Gunakan satu set perkakas untuk mengolah daging mentah dan satu set perkakas bersih lainnya untuk daging matang.

Butuh gambar seperti di bawah ini!

Memasak

  • Selalu mencuci tangan sebelum memasak.
  • Masak daging dan ikan hingga matang. Suhu yang dibutuhkan untuk memasak setidaknya75 °C.

Makanan

  • Selalu mencuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  • Gunakan peralatan makan yang bersih.
  • Segera memakan makanan setelah disiapkan. Jangan biarkan makanan di tempat dengan suhu ruangan yang lama.
  • Ketika di luar sedang dingin, siapkan makanan yang panas dan begitu juga sebaliknya.

22

Makanan sisa

  • Cuci tangan sebelum bersentuhan dengan makanan sisa.
  • Simpan makanan sisa dalam kotak yang bersih.
  • Gunakan kotak yang berbeda-beda untuk setiap makanan untuk menghindari dari kontaminasi silang.
  • Konsumsi atau buang makanan sisa dalam waktu tiga hari.
  • Buang makanan sisa yang sudah kelihatan mencurigakan.
  • Panasi makanan sisa sebelum memakannya.

Jika merasa keracunan makanan.

Gejala diare dan muntah adalah perlindungan tubuh untuk merespon dalam menghilangkan penyebab keracunan. Hindari pengobatan diri sendir dan konsultasikan ke dokter sesegera mungkin.

image-appDownload CARED

Multi platform - Android, Blackberry, iOS.

Pengunjung

Hari ini3
Total76043

Visitor IP : 54.224.49.217 Sabtu, 23 September 2017 11:11
Powered by CoalaWeb