Tsukamoto Sensei Memperkenalkan Aplikasi CARED kepada Relawan Bencana di Sleman

slemanRESPECT Satellite Office mengadakan pelatihan mitigasi bencana untuk para relawan di Sleman (Minggu, 10/09/2017). Pelatihan ini diberikan kepada beberapa perwakilan komunitas relawan bencana yang bergabung dalam Forum Komunikasi Komunitas Relawan Sleman (FKKRS). Dua materi penting yang menjadi fokus utama pelatihan tersebut adalah (1) manajemen penanggulanan bencana yang difasilitasi oleh Agustinus Moruk Taek dan (2) pengenalan aplikasi CARED Safety Confirmation yang difasilitasi oleh Kristin Budiarti. Turut hadir dalam acara pelatihan itu adalah Prof. Stefano Tsukamoto. Beliau ikut berpartisipasi sebagai fasilitator yang bertugas mensosialisasikan kegunaan aplikasi CARED kepada para peserta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program tahunan RSO yang didesain untuk meningkatkan kapasitas masyarakat (ketangguhan) dalam menanggulangi bencana. RSO pernah melakukan pelatihan serupa di wilayah Cangkringan pada tahun 2016. Untuk tahun ini, pelatihan secara khusus ditujukan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar wilayah sungai Winongo. Komunitas Winongo dipilih karena sejak awal tahun 2017 RSO selalu mengadakan pendampingan di wilayah tersebut seperti riset mini, diskusi bulanan dan workshop. Training ini merupakan bentuk advokasi riil yang bertujuan untuk merespons persoalan-persoalan terkait pengelolaan bencana di wilayah tersebut.

Semua peserta memberi tanggapan yang sangat positif terkait pelaksanaan kegiatan ini. Mereka menilai bahwa pelatihan ini telah memberi manfaat bagi mereka dalam hal melakukan kerjaan-kerjaan mitigasi bencana. Sebagai relawan mereka sadar bahwa kapasitas mereka dalam hal penanganan bencana masih sangat kurang. Mereka bahkan mengakui bahwa keterlibatan mereka selama ini hanya semata-mata karena panggilan kemanusiaan—yakni ingin menolong sesama. Sedikit sekali orang yang punya kapasitas pengetahuan yang mumpuni tentang manajemen pengelolaan bencana. Itulah sebabnya ketika bencana terjadi mereka sering mengalami kendala teknis seperti kurang koordinasi, waktu penanganan yang lamban, dan sebagainya. Dengan demikian pelatihan ini dinilai sebagai jawaban terhadap kebuntuan dan kendala yang mereka alami pada saat terjadi bencana.

Selain itu, mereka sangat antusias mengetahui kegunaan aplikasi CARED. Menurut mereka aplikasi ini sangat penting dan perlu diketahui oleh semua orang agar bisa meminimalisir tingkat kerentanan dan risiko bencana. “Alat komunikasi itu merupakan salah satu sarana penting yang bisa membantu kita untuk mencegah, mengurangi, menangani, dan menanggulagi risiko bencana. Selama ini kami masih mengandalkan alat komunikasi tradisional seperti radion, handy talky, bedug kampung dan toa masjid. Sebagian memang sudah mulai menggunakan handphone untuk saling bertukar informasi seputar bencana. Sayangnya, penggunaan alat-alat tersebut masih belum efektif. Karena itu mudah-mudahan aplikasi ini bisa membantu kami agar lebih efektif untuk menangani bencana di sekitar kami,” kata Yoga selaku Koordinator FKKRS.

Usai mendapat penjelasan yang cukup detail dari tentang aplikasi CARED, semua peserta langsung mengaktivasi dan mendemonstrasikan aplikasi tersebut. Tsukamoto Sensei berpesan kepada para peserta agar mensoalisasikan aplikasi ini kepada semua orang terlebih kepada sesama relawan dan mahasiswa. “Jika semua relawan bencana di Sleman menggunakan aplikasi ini maka saya yakin bencana apa pun yang terjadi di Yogyakarta bisa akan segera diatasi dengan baik dan profesional,” ujar Tsukamoto Sensei.

image-appDownload CARED

Multi platform - Android, Blackberry, iOS.

Pengunjung

Hari ini1
Total83994

Visitor IP : 3.80.85.76 Rabu, 19 Desember 2018 03:51
Powered by CoalaWeb